Bravo....Kantin SMA/SMK Dominikus. Semoga besok semakin komplit lagi, ada Bakso, Sate, Pecel lele, Ayam Goreng dan sebagainya.
Jumat, 01 Oktober 2010
Ada Mie ayam di Kantin sekolah SMA/SMK Dominikus
Sudah setahun ini, kantin SMA/SMK Dominikus wonosari ada "Mie Ayam" makanan kesukaan saya. Untuk rasanya lumayan enak, dan yang lebih penting lagi, harganya yang murah. Sesuai dengan ukuran kantong pelajar saat ini.
Bravo....Kantin SMA/SMK Dominikus. Semoga besok semakin komplit lagi, ada Bakso, Sate, Pecel lele, Ayam Goreng dan sebagainya.
Bravo....Kantin SMA/SMK Dominikus. Semoga besok semakin komplit lagi, ada Bakso, Sate, Pecel lele, Ayam Goreng dan sebagainya.
Rabu, 24 Februari 2010
Peluang Usaha berjualan Mie Ayam

Sekarang mie telah menjadi makanan pokok ke 2 setelah beras. Ini ide bagus jika kita bisa mengambil ini sebagai peluang bisnis yang potensial untuk digali. Yah, memang selama ini bisnis yang masih cukup menggoda untuk tetap dikembangkan adalah bisnis mie ayam.
Bagaimana tidak, hampir semua orang menyukai makanan ini. Bisnis ini bak jamur yang mudah tumbuh dimana-mana dan tetap eksis sampai sekarang. Tapi banyak juga yang gulung tikar karena tidak bisa memiliki ciri khas yang membuat konsumen terpikat oleh mie yang ditawarkan.
Saat ini penjualan Mie bisa kita temui dengan banyak variasi, ada juga berjualan dengan menggunakan gerobak, tenda, warung, maupun dalam restoran-restoran. Sehingga tak salah jika banyaknya persaingan dalam penjualan mie ini. Persaingan memang merupakan salah satu resiko usaha mi ayam. Karena hampir di semua ruas jalan dapat ditemui pedagang makanan ini. Untuk menghindari persaingan memang perlu beberapa cara untuk memenangkan suatu persaingan demi memikat konsumen agar datang ke usaha anda.
Beberapa faktor yang bisa mendukung pengembangan usaha mie, antara lain:
- Semangat yang optimis bahwa usaha yang anda dirikan akan sukses.
- Ada ciri khusus dari mie yang anda tawarkan. Misalnya ke khasan dari menu, adanya variasi-variasi menu yang ditawarkan, contoh: dengan penambahan pangsit pada mie, penambahan jamur pada pelengkapnya atau menggantikan lauknya dengan daging sapi, daging ikan maupun mengubah tampilan mie dengan memvariasikan pembuatan mie dengan berbagai sayuran menjadi mie pelangi, dll.
- Peningkatan mutu (misalnya: kehalalan menu, standarisasi mutu, higienitas menu yang ditawarkan, dll)
- Pemilihan tempat yang strategis.
- Kenyamanan bagi pengunjung.
- Pelayanan yang memuaskan.
- Lakukan promosi di awal usaha dengan mengenalkan keunggulan mie yang anda berikan.
Minggu, 14 Februari 2010
Sejarah Mie Ayam II
Lalu mbah google menelusuri jawaban dari seluruh dunia. dari hasil riset mbah google, ternyata mie biar tambah sedap harus ditambahi dengan "ayam".
Alhasil si pedagang mie kemudian mengambil busur panah untuk berburu ayam liar di hutan. setelah me
ndapatkan buruannya, kemudian diolahlah ayam itu dengan ramuan dan bumbu-bumbu yang dianggap top markotop.
Dihidangkanlah mie yang sudah diberi ayam tersebut ke meja pelanggan pertamanya pada keesokan harinya.
Apa komentar pelanggannya ? "Wooow....Ruaaarr biasa...."
Maka terjadilah nama mie ayam dari asala mula "mie" dicampur "ayam".
Alhasil si pedagang mie kemudian mengambil busur panah untuk berburu ayam liar di hutan. setelah me
ndapatkan buruannya, kemudian diolahlah ayam itu dengan ramuan dan bumbu-bumbu yang dianggap top markotop.Dihidangkanlah mie yang sudah diberi ayam tersebut ke meja pelanggan pertamanya pada keesokan harinya.
Apa komentar pelanggannya ? "Wooow....Ruaaarr biasa...."
Maka terjadilah nama mie ayam dari asala mula "mie" dicampur "ayam".
Minggu, 07 Februari 2010
resep mie ayam
Bahan - bahan :

1/2 kg mie ayam (siap dibeli di pasar)
100 ml Minyak ayam
100 ml Kecap asin
300 gr Daging ayam direbus dan dipotong kotak
3 sdm Kecap manis
2 sdm Kecap Ingris
2 batang Daun bawang dirajang
Caisin, penyedap dan bawang goreng secukupnya.
Bumbu yang diperlukan :
3 siung Bawang putih

5 buah Bawang merah
1 sdt Ketumbar
3 cm Kunyit
3 cm Jahe
4 butir Kemiri
Bahan untuk membuat Kaldu:
2 liter Air
1/2 kg Tulang ayam
1 sdt Garam
1/2 sdt Lada bubuk
Cara membuat :
Kaldu: air direbus hingga mendidih, masukkan tulang ayam, rebus dengan api kecil hingga kaldu beraroma harum. Tambahkan lada bubuk dan garam.
Tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang, masukkan ayam, tumis hingga bumbu menyerap ke dalam ayam,tambahkan penyedap, tumis sebentar, angkat, sisihkan.
Masukkan 2 sdm minyak ayam ke dalam mangkok, 1/4 sdt penyedap.
Rebus mie dan caisin yang telah dirajang hingga matang, angkat dan letakkan di dalam mangkuk yang telah terisi dengan bumbu, masukkan ayam 2 sdm.
Taburkan bawang goreng dan daun bawang yang telah dirajang.
Note :
Kunci kelezatan mie ayam ada pada minyak ayamnya.
Cara membuat: ambil kulit ayam dan lemaknya, panaskan dengan api kecil diatas penggorengan, tambahkan 2 siung bawang putih digeprak, panaskan hingga seluruh minyak keluar dari kulit dan lemak ayam, minyak siap untuk digunakan.
Sejarah Mie Ayam
Dahulu kala ada seorang penjual mie. banyak pelanggannya bilang kalau mie yang dibuatnya masih kurang rasanya. Tapi ketika ditanya kurang apa ? mereka tidak pernah bisa menjawabnya.Sang penjual Mie kemudian mencari tahu kepada "mbah Google". "Mbah...mbah", kata penjual mie, "kenapa ya... kata orang-orang mie saya masih kurang rasanya ?".........
to be continued.......
Langganan:
Komentar (Atom)
